Lampung Timur

*Dana BOS Dimakan, Siswa SDN 4 Wana Jadi Korban*  Masyarakat Desak APH segera Audit Oknum Kepsek

 

*Lampung Timur- GayabaruNews.com— Kalau Benar,* Ini Bukan Salah Administrasi—Ini Perampokan Hak Anak!

Rakyat kecil disuruh sabar. Guru diminta jujur. Sekolah disebut benteng moral. Tapi apa jadinya kalau uang sekolah anak-anak justru diduga dijarah dari dalam?

 

Di SD Negeri 4 Wana, Kecamatan Melinting, Kabupaten Lampung Timur, Dana BOS Tahun 2025 sebesar Rp126.900.000 untuk 141 murid kini jadi bahan gunjingan warga. Bukan tanpa sebab. Dana yang seharusnya untuk buku, alat belajar, perawatan sekolah, dan kebutuhan siswa itu diduga kuat diselewengkan lewat mark-up dan belanja fiktif.

 

Kalau dugaan ini benar, maka jangan sebut ini kesalahan kecil. ini kejahatan. Uang Negara Cair, Barangnya Mana? Laporan katanya rapi. Anggaran katanya habis terserap. Tapi warga bertanya:

👉 Mana barangnya?

👉 Mana kegiatannya?

👉 Mana manfaatnya buat anak-anak?

 

Jangan-jangan yang ada cuma nota, kuitansi, dan laporan palsu, sementara murid belajar dengan fasilitas seadanya. Kalau begitu, siapa yang menikmati uangnya? Kepala Sekolah Jangan Berlindung di Balik Jabatan Sebagai pimpinan sekolah, kepala sekolah pegang kendali penuh Dana BOS. Dugaan yang kini mengarah ke Sartini, Kepala SDN 4 Wana, tidak bisa ditepis dengan alasan “tidak tahu” atau “hanya tanda tangan”.

 

Kalau uang keluar, kalau laporan dibuat, kalau belanja dicatat, masa tidak tahu?

Jabatan kepala sekolah itu amanah, bukan karpet merah buat menguras uang negara.

Ini Uang Anak Rakyat, Bukan Uang Warisan.

 

Rp126 juta itu bukan uang kecil. itu uang anak petani. Uang buruh. Uang rakyat kecil yang berharap sekolah jadi jalan hidup lebih baik. Kalau benar dana BOS dipermainkan, maka yang dirampok bukan cuma negara—

tapi masa depan anak-anak desa.

 

Aparat Jangan Tuli, Jangan Buta Kalau kasus seperti ini didiamkan, jangan salahkan rakyat kalau makin tidak percaya pada sistem. Publik menagih: Dinas Pendidikan Lampung Timur, ke mana? Inspektorat Daerah, masih tidur?

Penegak hukum, menunggu viral dulu? Jangan cepat memeriksa rakyat kecil, tapi lambat menyentuh yang berdasi.

 

Pesan Rakyat Sederhana, Kalau memang tidak bersalah, buka data. Tunjukkan barang. Tunjukkan bukti nyata.

Tapi kalau terbukti bermain dengan Dana BOS, jangan ada ampun.

 

Sekolah itu tempat mendidik kejujuran. Kalau di dalamnya justru ada dugaan korupsi, maka yang rusak bukan cuma keuangan—tapi nilai hidup generasi kita. Rakyat tidak menuntut banyak. Hanya satu: Jangan curi hak anak-anak kami. Sampai Berita Ini di Terbitkan Kepala UPTD SDN 4 WANA Masih enggan DiKonfirmasi.

Bagaimana Tanggapan pihak-pihak terkait, Tunggu Kupasannya Tunggu di Edisi Mendatang. *(Red/Tim)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *