Lampung Timur

Misi Tiket Nasional Dimulai, LTS A dan LTS B Tembus Babak Knock Out Kejurda FOSSBI

 

 

Lampung – Asa meraih tiket menuju kompetisi nasional mulai terbuka bagi Lampung Timur Selection (LTS) setelah dua tim andalannya, LTS A dan LTS B, sukses menembus babak knock out pada ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Regional Lampung yang diselenggarakan oleh Forum Sekolah Sepak Bola Indonesia.

 

Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari, 30–31 Mei 2026, tersebut diikuti oleh 32 klub Sekolah Sepak Bola (SSB) dari berbagai kabupaten dan kota se-Lampung. Persaingan ketat tersaji sejak fase grup karena setiap tim berambisi menjadi yang terbaik dan membuka peluang tampil di level nasional.

 

Tim LTS B tampil luar biasa sepanjang fase grup. Dengan permainan disiplin dan kolektif, mereka berhasil mengumpulkan 7 poin dan mengakhiri penyisihan sebagai juara grup. Sementara itu, LTS A juga menunjukkan kualitasnya dengan meraih 6 poin dan memastikan diri lolos ke babak knock out.

 

Kedua tim merupakan gabungan pemain-pemain terbaik dari sejumlah SSB yang mengikuti kompetisi di bawah naungan Liga yang dipimpin oleh Pamujiono selaku Ketua Lampung Timur Selection (LTS).

 

Di bawah arahan Siembah Young sebagai Head Coach dan Sai’in Alim sebagai Asisten Coach, kedua tim mampu menunjukkan perkembangan yang signifikan dan tampil kompetitif menghadapi lawan-lawannya.

 

Ketua LTS, Pamujiono, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan dua tim lolos ke fase gugur merupakan hasil kerja keras seluruh pemain, pelatih, manajemen, serta dukungan dari para orang tua dan SSB yang telah berkontribusi dalam pembinaan sepak bola usia muda di Lampung Timur.

 

“Alhamdulillah, kedua tim mampu melangkah ke babak knock out. Ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan bersama seluruh SSB berjalan dengan baik. Semoga anak-anak dapat terus menjaga semangat dan memberikan hasil terbaik untuk Lampung Timur,” ujarnya.

 

Sementara itu, Edi Waluyo selaku sekbid prestasi & pembinaan LTS menyampaikan harapannya kepada PSSI Kabupaten Lampung Timur agar dapat memberikan perhatian lebih terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya para pelatih sepak bola usia dini di Lampung Timur.

 

“Kami berharap PSSI Kabupaten Lampung Timur dapat memfasilitasi program lisensi kepelatihan bagi para pelatih yang ada di Lampung Timur. Dengan semakin banyak pelatih yang memiliki lisensi dan kompetensi yang baik, maka pembinaan pemain usia dini akan semakin terarah, profesional, dan bertanggung jawab,” ujar Edi Waluyo.

 

Menurutnya, peningkatan kapasitas pelatih akan berdampak langsung terhadap perkembangan Sekolah Sepak Bola yang tersebar di berbagai desa. Dengan pembinaan yang berkualitas, setiap SSB akan mampu mencetak pemain-pemain potensial sekaligus mendorong kemajuan sepak bola di tingkat desa hingga kabupaten.

 

“Jika pelatih-pelatih di Lampung Timur terus berkembang, maka kemajuan masing-masing desa yang memiliki SSB juga akan semakin terlihat. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk kemajuan sepak bola Lampung Timur,” tambahnya.

 

Kejurda FOSSBI Regional Lampung tahun ini memiliki nilai yang lebih prestisius dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu yang diikuti 64 peserta belum memberikan kesempatan tampil di tingkat nasional, maka setelah dilakukan evaluasi, tahun ini FOSSBI menyediakan tiket menuju event nasional bagi tim-tim berprestasi.

 

Kesempatan tersebut menjadi motivasi besar bagi seluruh peserta, termasuk LTS A dan LTS B, yang kini bertekad melangkah sejauh mungkin demi mengharumkan nama Lampung Timur di kancah sepak bola nasional.

 

Dengan semangat dan performa yang terus meningkat, masyarakat Lampung Timur berharap kedua tim mampu melanjutkan tren positifnya dan mewujudkan mimpi meraih tiket nasional dari Kejurda FOSSBI Regional Lampung 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *